Tampilkan posting dengan label tutorial PHP. Tampilkan semua posting
Tampilkan posting dengan label tutorial PHP. Tampilkan semua posting

29 November 2010

Simplifikasi ala switch

Mungkin banyak dari kita yang bertanya-tanya, apa sih sebenarnya perbedaan antara fungsi if-else dengan switch, padahal jika dilihat secara manfaat, sama saja.

Lantas mengapa ada dua fungsi dalam bahasa pemrogramman yang memiliki manfaat yang sama?

sebelum itu, mari kita sejenak membayangkan sebuah analogi sederhana, perbandingan antara satu orang yang sama yang pada waktu, tempat, dan kesempatan berbeda, membawa sebuah karung.Pada satu kesempatan dia membawa karung dengan menggunakan gerobak dan pada kesempatan yang lain dia membawa karung tsb dengan dipikul di pundaknya

analogi perbedaan itu sama saja dengan perbedaan antara if-else dengan switch, karena meskipun switch ataupun if-else sama-sama mewakili logika syarat, namun sekali lagi, penggunaan anatara kedua ini, harus ditentukan berdasarkan kondisinya

oke, untuk sedikit mempermudah, kita kembali ke analogi diatas.Bisa anda bayangkan, mengapa satu orang yang sama, memiliki dua cara berbeda dalam membawa satu karung yang sama? benar.... jawabannya tergantung dari medan dan kondisi yang dilaluinya, jika kondisi jalannya tak dapat dilalui gerobak, maka mau tak mau orang tersebut harus memikul karung di pundaknya.Namun jika kondisi dan medan memungkinkan, maka untuk menghemat waktu dan energi dia menggunakan gerobak sebagai media angkutnya

Nah, kembali lagi ke perihal if-else dengan switch, sudah cukup jelas, perbedaan diantara kedua ini, bergantung pada cara pandang kita memandang sebuah masalah atau kondisi masalah. wah bahasanya ribet juga ya.... maksudnya adalah, ada saatnya program yang kita tulis memungkinkan untuk menggunakan fungsi if-else ada juga saatnya kita sebaiknya menggunakan fungsi switch sebagai alternative

sebagai contoh studi kasus, ada sebuah program sistem informasi gaji menggunakan php yang mana memiliki kondisi sebagai berikut:

1. Apabila karyawan bekerja selama 1 tahun maka tunjangan sebesar 700000
2. Apabila karyawan bekerja selama 2-3 tahun maka tunjangan sebesar 800000
3. Apabila karyawan bekerja selama lebih dari 3 tahun maka tunjangan sebesar 1000000

nah, dari contoh diatas, menurut anda mana yang akan menjadi lebih simple, menggunakan fungsi if-else atau switch ?

kalau bagi saya, menggunakan switch adalah pilihan yang tepat, karena penulisan coding menjadi sedikit lebih simple, hal ini disebabkan apabila kita menggunakan if-else, maka akan banyak sekali turunan fungsi if atau atribut logika tambahan di fungsi if yang berpotensi membuat kita melakukan kesalahan penulisan syntax.

selain itu, jika menggunakan fungsi if-else bisa dibayangkan di prasyarat ke 3 yang berbunyi "Apabila karyawan bekerja selama lebih dari 3 tahun maka tunjangan sebesar 1000000", bisa anda bayangkan.... prasyaratnya hanya berhenti pada kata "lebih dari 3 tahun", dan itu bisa 4,5,6,7,8, dan seterusnya.... bahkan bisa hingga puluhan tahun, maukah anda menulis atribut logika seperti, misalnya:

if ($lama_kerja == "4")
{
echo "tunjangan : 1000000";
}

dan dilanjut:

if ($lama_kerja == "5")
{
echo "tunjangan : 1000000";
}

......(dan seterusnya hingga hitungan puluhan)

atau selain itu, bisa juga dengan penambahan atribut logika(hingga hitungan puluhan) semisal:

if ($lama_kerja == "4" or $lama_kerja == "5" or $lama_kerja == "8" or ........)
{
echo "tunjangan : 1000000";
}

wah-wah, bisa-bisa jari anda jadi six pack jika anda terus menyemangati diri anda untuk menggunakan logika if-else pada kondisi yang dijabarkan diatas :D

kini..... mari kita bandingkan dengan fungsi switch:

switch ($lama_kerja)
{
case '1' : $tunjangan = 700000;
break;
case '2' : $tunjangan = 800000;
break;
case '3' : $tunjangan = 800000;
break;
default : $tunjangan = 1000000;
}
echo "tunjangan = $tunjangan";

sudah? iya, friend...... hanya sampai disitu saja scriptnya.Apa yang membuatnya berbeda? silahkan amati logika defaultnya, yang menyatakan bahwa apabila bukan(atau diatas) 1,2,3 maka tunjangan adalah sebesar 1000000.

jadi, kalau dari artikel ini kita bisa menafsirkan, setidaknya fungsi switch mampu melakukan simplifikasi logika syarat dibandingkan fungsi if-else

oiya, sebagai catatan, artikel ini adalah hasil pengamatan saya sebagai seorang newbie, jika anda memiliki pengetahuan yang lebih dalam dan ingin memberikan pencerahan lebih terang kepada kita semua, atau ingin membantah dan menyanggah artikel ini dengan koridor keilmuan yang ada, silahkan di kolom komentar ya :)
Selengkapnya

20 November 2010

Manajemen Gaji PHP

Bagaimana cara Membuat Sistem manajemen Gaji Karyawan menggunakan PHP? kita akan sama-sama membahasnya disini

Sebenarnya sih, kalau boleh jujur, ini adalah tugas Quiz dari mata kuliah praktikum web programming yang saya ikuti, dan lucunya lagi, saat saya menulis artikel ini, Quiz tersebut belum saya kumpulkan :D, baru saat artikel ini saya publish, tugas quiz tersebut telah saya kumpulkan, semoga jika kebetulan bu Dosen yang bersangkutan mampir dan membaca artikel ini bisa memaafkan saya :)

sebenarnya, bukan bermaksud apa-apa, hanya saja, dalam mencari ilmu dan mendapatkannya, saya lebih memilih untuk mengikat dan mengamalkannya daripada sekedar mengerjakan, mengumpulkan, lantas melupakannya

nah salah satu cara untuk mengikat ilmu itu ya dengan mengamalkannya melalui tulisan disini, terlebih ada sedikit bumbu curhat seputar perjalanan saya saat mengerjakan sistem manajemen gaji sederhana (yang bisa juga kita sebut sebagai sistem informasi Gaji karyawan)

jika boleh sedikit curhat, saat saya mengerjakannya, saya benar-benar tanpa referensi, alias masalah logic, syntax, dan lain sebagainya itu saya yang membuat dan menduga-duganya sendiri, benar-benar tanpa mencari referensi yang banyak tersedia di jagad maya ini, saya hanya menggunakan referensi ingatan saya saja yang sangat sedikit dan terbatas tentang PHP.

Apa yang terjadi selanjutnya bisa ditebak, saya mengerjakannya cukup lama, selain karena banyak error di syntaxnya, juga agak sedikit lama membentuk logika apa yang kira-kira akan saya gunakan.

Saya amat sangat sadar, jika mencari referensi di jagad maya yang luas ini, mungkin tugas tersebut akan cepat selesai dengan hasil yang sangat memuaskan, namun saya teringat perkataan seorang dosen, "belajar itu harus dirasakan", yah benar.... salah satu cara merasakan proses belajar itu adalah dengan terjun langsung dalam proses pembuatannya dengan menggunakan semaksimal mungkin kemampuan pikiran kita.

Kembali ke tema artikel ini, pada sistem manajemen gaji yang diprogram oleh saya, benar-benar terlihat sangat amat newbie... bayangkan, saya hanya mempermainkan logic dari segi variable saja dan menelusurkannya kedalam syntax-syntax if (tanpa else), jadi patut diduga, saat anda mendownload scriptnya dan membaca script tsb, mungkin anda hanya geleng-geleng kepala karena keamburadulan logikanya :D

tapi bagi saya sih, yang penting jalan(running) dulu sistem (programmnya), mengenai simplifikasi syntax bisa saya cari referensinya di kemudian hari :)

oiya mungkin anda penasaran, bagaimana sih form dari input gaji yang akan dimasukkan oleh user, berikut saya tampilkan screen shotnya

sistem informasi gaji,input form,form html

Lalu mungkin anda juga penasaran bagaimana hasil pemrosesan output dan apa saja syarat-syarat yang diterapkan, berikut saya tampilkan print screennya (di klik saja untuk memperbesar)


manajemen gaji

okeh deh, langsung saja, bagi yang ingin belajar (dari newbie seperti saya) tentang bagaimana script sebuah Sistem Manajemen sederhana Gaji Karyawan, silahkan download file scriptnya di:

http://www.ziddu.com/download/12615218/sisteminformasigaji.rar.html

baiklah, segitu saja dulu, friend, jika ada yang mau didiskusikan silahkan lampirkan di kolom komentar yah, saran dan kritiknya sangat dibutuhkan.... serta dengan ini saya ucapkan selamat membuat sistem manajemen gaji karyawan menggunakan PHP
Selengkapnya
 

lafalofe Copyright © 2011 | Template design by O Pregador | Powered by Blogger Templates